Senin 27 Juli 2026 — Keberanian di Hadapan Api

Polikarpus, Uskup Smyrna, adalah murid langsung dari Rasul Yohanes. Pada usia 86 tahun, di tengah penganiayaan Kekaisaran Romawi, ia ditangkap dan dibawa ke arena. Gubernur Romawi memberinya satu pilihan: "Kutuklah Kristus, dan aku akan membebaskanmu." Mukjizat kelepasan yang mungkin ia harapkan tidak kunjung datang, langit seolah diam. Namun Polikarpus memberikan salah satu jawaban paling legendaris dalam sejarah gereja: "Delapan puluh enam tahun aku telah melayani Dia, dan Dia tidak pernah berbuat salah kepadaku. Bagaimana mungkin aku menghujat Rajaku yang telah menyelamatkanku?" Ia kemudian dibakar hidup-hidup, mati sebagai martir dengan memuji Tuhan.

"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." (Filipi 1:21)

Saudara, iman Polikarpus membongkar keegoisan kekristenan modern kita. Berapa banyak dari jemaat yang meninggalkan Tuhan hanya karena gagal mendapat pekerjaan, atau kecewa karena sakit penyakitnya belum sembuh? Mempercayai kedaulatan Tuhan berarti menyerahkan bahkan hak atas nyawa kita sendiri. Polikarpus tahu bahwa kematian di dunia ini hanyalah pintu masuk menuju kemuliaan abadi. Ia tidak menuntut Tuhan untuk menyelamatkannya dari api, karena ia tahu Tuhan menantinya di seberang api tersebut. 

Pertanyaan refleksi: Apakah ada kekecewaan tersembunyi dalam hati Anda kepada Tuhan karena Ia tidak bertindak seperti yang Anda harapkan?

Kalimat kunci: Iman tidak pernah diukur dari seberapa besar mukjizat yang Anda terima, melainkan dari seberapa besar kesetiaan Anda ketika mukjizat itu tidak terjadi.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.