Rabu, 23 September 2026 — KESETIAAN TIDAK MENGENAL PENSIUN

Gladys Aylward berangkat ke Tiongkok pada 1932 setelah sebelumnya menghadapi penolakan dari lembaga misi karena dianggap tidak memenuhi persyaratan mereka.

Ia tidak memiliki kekayaan besar atau pendidikan tinggi.

Tetapi ia memiliki keyakinan bahwa Tuhan memanggilnya.

Dengan tekad yang kuat, ia menabung sendiri untuk membeli tiket perjalanan dan berangkat ke Tiongkok tanpa dukungan dana besar dari organisasi misi. Ia tiba di sana dengan keterbatasan bahasa dan pengalaman, tetapi bersedia belajar dari masyarakat setempat serta melayani dengan rendah hati.

Di Tiongkok, Aylward melayani masyarakat, merawat anak-anak, dan membagikan Injil. Ia juga membantu seorang misionaris senior, Jeannie Lawson, dalam melayani di sebuah penginapan yang kemudian dikenal sebagai “Inn of the Eighth Happiness.” Dari tempat sederhana itu, ia membangun hubungan dengan banyak orang dan menjadi saksi kasih Kristus.

Ketika perang membuat keadaan berbahaya, ia terkenal karena memimpin lebih dari seratus anak menuju tempat yang lebih aman. Perjalanan itu penuh risiko dan melelahkan, tetapi Aylward tidak meninggalkan anak-anak yang dipercayakan kepadanya. Ia terus berjalan, sekalipun dirinya sendiri berada dalam bahaya.

Kemudian ia melanjutkan pelayanan kepada anak-anak di Taiwan.

Firman Tuhan berkata:

“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” — Lukas 12:43

Saudara, kesetiaan bukan sebuah musim kehidupan.

Kesetiaan adalah cara hidup.

Ada orang bersemangat ketika muda tetapi kehilangan api ketika usia bertambah. Ada yang setia ketika pelayanan menyenangkan tetapi mundur ketika keadaan sulit.

Namun Tuhan memanggil kita untuk ditemukan sedang melakukan tugas ketika Dia datang.

Selama masih ada napas, masih ada sesuatu yang dapat dipersembahkan.

Mungkin bentuk pelayanan berubah. Kekuatan fisik berubah. Posisi berubah.

Tetapi panggilan untuk setia tidak berubah.

Jangan berkata, “Masa saya sudah lewat.”

Doa saudara masih dapat menguatkan seseorang. Pengalaman saudara dapat membimbing generasi berikutnya. Kesaksian saudara dapat menyalakan iman.

Sampai garis akhir, tetaplah setia.

Pertanyaan Refleksi:
Apakah saya masih memiliki kerinduan untuk dipakai Tuhan dalam musim kehidupan saya sekarang?

Ingatlah!
“Dalam Kerajaan Allah tidak ada musim yang sia-sia; selama Tuhan memberi napas, selalu ada kesetiaan yang dapat dipersembahkan.” Amin.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.